Wine And Cheese Run 2015

Setelah lama bercita-cita lari 10k akhirnya keinginan itu terwujud juga. Bersamaan dengan event JFFF di Kelapa Gading, turut diselenggarakan pula Wine and Cheese Run 10k. Gue, Joan, dan Silphee ikut juga dalam acara lari-larian tersebut, mumpung deket gitu.

Lari 10k ternyata tidak semudah jalan kaki 10k (gue latihan mengikuti tracknya JWCR). Meskipun bisa dibilang betis gue udah tangguh ternyata banyak faktor lain dalam lari yang masih kurang seperti pernapasan, kekuatan paha, stamina, dan yang paling penting, MENTAL. hehehe.. masih cemen ternyata gue.

Whatever, yang penting, we did it!! 🙂

pagi-pagi buta

pagi-pagi buta

me and my first medal hohoho

me and my first medal hohoho

with Joan dan Kak Yola

with Joan dan Kak Yola

Yay we did it

Yay we did it

IMG20150531075018_1

Tired but happy

Tired but happy

Advertisements

INTP Personality

After taking some personality test that popular in FB, I got INTP Personality.

This is the explanation of my personality:

“The INTP personality type is fairly rare, making up only three percent of the population, which is definitely a good thing for them, as there’s nothing they’d be more unhappy about than being “common”. INTPs pride themselves on their inventiveness and creativity, their unique perspective and vigorous intellect. Usually known as the philosopher, the architect, or the dreamy professor, INTPs have been responsible for many scientific discoveries throughout history.”

Actually, this personality test give me too accurate explanation of my personality that I don’t to admit this is my kind of personality. I mean, I am totally messy, having random thought that no one understand what I’m thinking, and having gloomy personality.

tumblr_m2wpnqyi891r8pwe5o1_1280

Resolusi 2015

1. Detoxification, everything! (Harusnya sih udah dari dulu. Saatnya buang semua racun)

2. Reorganized

3. Make Over

4. Learn language intensively, otodidak (les skarang mahal)

5. Perbanyak kegiatan hijau, kurangi sampah dari hal yang paling sederhana seperti sedotan dan sumpit.

6. Lari 10k
tahun kemarin udah coba fun run 5k, knapa gak coba juga yang 10k? 🙂

7. Solo Travel
gak perlu jauh-jauh untuk mencoba traveling solo. Target gue cuma ke Bandung kok as a start. Atau sekalian ke Solo biar terasa ‘Solo Travel’nya? hehehe

SG Trip (Day 2)

Hari kedua, acara utama kami adalah pergi ke USS. Paginya, aku sarapan dengan mencicipi pinoy food yang ada di food court. Rasanya jelas kurang autentik karena Porksilog yang kupesan rasanya benar-benar polos nasi babi goreng dengan telur mata sapi. Sialnya, hijan turun cukup deras saat kami mau pergi ke USS.

Akhirnya kami belanja oleh-oleh dulu di Lucky Plaza (meskipun tempatnya sederhana namun Lucky Plaza terbilang cukup lengkap untuk barang-barang murahnya). Karena hujan tidak kunjung berhenti, kami masing-masing membeli payung seharga 6 SGD. Apesnya setelah selesai bertransaksi membeli payung, ternyata ada sebuah kios yang dijaga oleh seorang Mbak menawarkan dengan bahasa Indonesia seharga 5SGD T___T rugi ceban rupiah nih. Apesnya lagi, saat kemi membuka payung tersebut, nampak hujan sudah mulai mereda.

Meskipun dengar-dengar banyak wahana di USS yang tutup, kami tetap ke sana. Sesampainya di sana kami justru cukup beruntung karena banyak orang yang berasumsi sama dengan kami, USS pada hari itu sangat sepi. Bisa dibilang untuk mencoba wahana Tranbsformers yang legendaris itu kami tidak perlu mengantri panjang. Segala wahana ekstrim kami coba sampai bosan sendiri. 1 lagi, kami juga menyaksikan event turunnya salju di USS yang ternyata cuma sekian menit ^____^;

Pukul 3 siang, kami makan di restoran bertema futuristik di dalam USS. Cukup kecewa karena harganya mahal dan rasanya tidak jelas. Tidak lupa juga kami membeli Hershey untuk oleh-oleh

Di MRT Station Orchard, kartu EZ-link ku sempat menempel di casing HP. Saking ribetnya ditambah Stasiun MRT yang terlalu ramai aku terpisah dari teman-teman. -____-; akhirnya aku kembali ke apartment sendirian

SG Trip (Day 1)

Tanggal 3 Desember ini, aku dan teman-teman pergi ke Singapore. Sebetulnya sudah setahun lebih sejak AFAID 2013 kami merencanakannya. Tujuan utamanya adalah datang ke AFA 2014 Singapore sekalian jalan-jalan. Karna sudah merencanakan dari jauh, tidak terasa sudah D-Daynya juga ^^;

Karena overexcited, aku nggak bisa tidur. Jadilah aku tertidur sejenak di pesawat yang sempat delay selama sekitar 30 menit. Saat pesawat hampir mendarat, sempat terlihat tata kota Singapura yang rapi banget. Aku sudah hampir lupa SG kayak apa karena terakhir berkunjung ke sana sudah 19 tahun yang lalu ^___^;

Yang jelas, sempat bengong sesaat membandingkan Bandara Soetta dengan bandara Changi. Ya iyalah, Bandara Changi merupakan bandara yang disebut-sebut meraih penghargaan sebagai bandara terbaik. Selain tata letaknya yang begitu rapi, kita juga disuguhi dengan pemandangan indah taman-taman dan instalasi seni yang menarik.

Setelah melewati embarkasi, kami segera mencari peta SG untuk menuju apartemen tempat kami akan menginap. Mungkin karena terlihat mengganggu, kami sempat diusir satpam hahaha…

Kemudian dari terminal 2, kami menggunakan skytrain untuk meraih stasiun MRT di terminal 3. Kesan pertama, tempatnya agak seperti terminal Blok M gitu. Selesai membeli dan mengisi EZ Link, kami memulai perjalanan ke apartemen. Dengan kondisi Orchard Station yang begitu ramai dan strategisnya, kami nyasar ke Atria, kemudian makin nyasar ke ION Plaza. Beruntung ada orang yang mau memberikan petunjuk hingga akhirnya kami berhasil tiba di apartemen Lucky Plaza.

Sampai di apartemen dan menaruh segala barang dan makan (aku bujuk teman-teman untuk makan babi aja karena ini menu yang jarang ditemukan di Jakarta) kami pun melanjutkan perjalanan sesuai dengan itinerary kami menuju Madame Tussaud.

Perjalanan dilakukan menggunakan MRT menuju Vivo City, lalu melanjutkan dengan kereta Sentosa Express (tiketnya mahal bok). Tiket Madame Tussaud ini digabung dengan show Singapore Alive yang mengisahkan sejarah negara Singapura dari tahun 1800-an hingga menjadi kota yang modern seperti sekarang ini, dilanjutkan dengan Madame Tussaud yang berisi patung-patung lilin, salah satunya ada patung Soekarno, our founding father.

Setelah puas di Sentosa Island, kami makan dulu di Vivo City. Untuk cari aman kami mencari fastfood saja. Kesan pertama makan McD di sana, rasa kejunya lebih enak, sementara saus sambalnya lebih asam. hehehe… Kembali ke Orchard, kami pun istirahat.

101 Things To Do Before You Settle Down In Your 20s

I just known this feature on WordPress.. lol..
Worth to try 🙂

Thought Catalog

1. Learning how to cook something besides ramen noodles and eggs.

2. Discovering what “truffle salt” is, and the magic it creates.

3. Making elaborate, delicious dinners for one, and not feeling like it’s a waste.

4. Throwing a surprise party for someone you care about.

5. Tasting tons of different wines, and finding out which one you actually like the most.

6. Buying yourself a big pizza, eating as much of it as you want, and not feeling like you’re a bad person for it.

7. Learning to ride a bike.

8. Riding a bike in the city.

9. Stretching.

10. Buying flowers for yourself.

11. Owning a plant without accidentally killing it.

12. Owning an animal (even a hamster) and caring for it well.

13. Seeing how much exercise you can get done without actually “working out.”

14. Popping a bottle of champagne for a special occasion and…

View original post 970 more words

Challenge to myself

Setelah pindah ke kantor baru yang lebih deket, aku merasa makin lemah dan males. Dulu, perjalanan pulang dari Thamrin aku harus menunggu Transjakarta dateng. Itu juga kalau sekali dateng bisa masuk. Terkadang delay antar bus bisa mencapai 30 menitan. Pokoknya berangkat pulang itu perjuangan!

Lain halnya dengan sekarang. Kondisi jalanan yang nanggung rute angkotnya bikin aku harus naik angkot 2 kali. Tanggung kan, jadi aku pakai ojek sekalian. Makin jarang gerak ditambah kantornya yang emang penghasil makanan membuat timbangan aku hampir jebol (yaa emang udah rusak sih sebelomnya, berat badan orang suka dimarkup gitu)

Sometimes, inget jaman SMA dulu, aku dengan nekadnya main ke rumah Vmon yang kira-kira sama jauhnya sama jarak kantor sekarang. Tidak lupa juga dengan kenekadanku yang pernah mencoba jalan kaki dari sekolah ke rumah (kurang lebih 10 km kali ya). Aku kepikir, kenapa enggak sekalian aja aku jalan kaki. Sehat, murah, menyegarkan, yah meskipun tahulah jalanan Jakarta, mana ada trotoarnya. Lumayan bisa menghemat ongkos sedikit, membuang lemak banyakan, bisa juga sok-sokan walk to work.

Aku harap, aku bisa melakukan dan menulis hasil dari challenge ini, at least dalam sebulan.

Never Underestimate Pasar

Last weekend I went to Lembang with my parents for a short holiday. Before we leaving to Jakarta, as usual, we would go to Bandung first. My mom’s destination always Pasar Baru Bandung, where there are so many Malaysians and textiles and as usual, I don’t really interested with textiles and cloths.

Arrived at Pasar Baru, my dad’s car was parked at P7, so we decided to go to the ground level first.

At the ground level, there were so many kios selling clothes. Suddenly, I found some shop selling knit apparel for only IDR 50k. Just bought one because I didn’t bring my purse to Lembang ;__:

When I rechecked the label of the cardigan I’ve bought, I found that the cardi is from a big clothing label in Japan, Earth Beauty&Ecololgy. The more shocking fact I found, is that the cardi I got is exactly the same cardi wore by Japanese Actress Aoi Miyazaki. O.O”

I should never underestimate Pasar.

Mori Style

Setiap event AFA, aku selalu punya ‘dresscode’ tersendiri ketika menghadiri acara tersebut. Bukan cosplay, tapi juga bukan baju biasa. Dimulai dari AFAID 2012 di Hall PRJ ketika aku mencoba seifuku style, lalu saat AFAID di tahun 2013 aku bereksperiman dengan gaya gyaru. Kebetulan banget saat itu aku dikelilingi oleh orang-orang yang suka belajar dandan, jadi gaya dandan gyaru tidak sulit untuk aku coba. Namun kecewa dengan AFAID 2013 yang terlalu sempit berdesakan, akhirnya aku, Jeje, Cindy, Yolanda, dan Zefanya sepakat untuk ikut AFA di SG aja untuk tahun ini, sekalian jalan-jalan gitu.

Untuk tahun ini, aku tertarik untuk mencoba Mori-Kei (Forest Style). Kunci utama style ini adalah banyak Lace dan baju berlapis namun tetap berdandan natural (mudah-mudahan ngga sampe dehidrasi pake bajunya ^^:)

It’s interesting if I can make this skirt with pastel colored batik

Gekkan Shoujo NOZAKI-kun

Belakangan ini aku suka baca sebuah shoujo manga berjudul Gekkan Shoujo NOZAKI-kun. Manga ini berkisah tentang Chiyo Sakura yang menyimpan rasa terhadap Nozaki, seorang cowok SMA yang ternyata adalah pengarang shoujo manga populer dengan nama pena Yumeno Sakiko. Aksi pernyataan cinta Chiyo pun hanya dianggap sebagai ungkapan kagum fans dan Chiyo berakhir menjadi asisten manga bagi Nozaki alias Yumeno. Shoujo manga ini sangat menarik karena mempunyai format layout 4 koma, namun ceritanya tetap nyambung dalam 1 chapter besar. Meskipun dapat ditebak bahwa di panel terakhir akan banyak terdapat punchline, punchlinenya tetap tidak tertebak. Begitu pula dengan karakter-karakter yang muncul dalam manga ini, sifatnya gak bisa ditebak dengan melihat karakternya saja. Seperti para editor manga Ken-san dan Maeno-san

Overall membaca manga ini sangat menggelitik perut karena banyaknya punchline dalam 1 chapter, juga menariknya character development dan character relationship yang dibangun oleh sang mangaka, Izumi Tsubaki.